Ayahku Seorang Agen Judi Bola Sbobet

Dari kecil hidupku memang tidak pernah ada kekurangan sedikitpun dengan apa yang saya inginkan. Mainan apapun yang kuminta pasti selalu dibelikan, walaupun harganya mahal tetap saja orang tuaku tidak perduli. Tapi dari semua yang kudapatkan itu tidaklah bisa digantikan dengan kebahagian yang seperti dimiliki oleh anak-anak lain seumuranku. Hari-hariku selalu saja bersama dengan suster yang disewa oleh kedua orang tua untuk menjagaku. Mereka jarang menemuiku karena saya harus bersekolah di indonesia, sedangkan mereka bekerja di Filipine. Yang saya tahu Ayahku Seorang Agen Judi Bola Sbobet besar diluar negara tempatku tinggal. Setiap liburan panjang sekolahku pasti saya diajak kesana, dari sana lah saya tau pekerjaan kedua orang tuaku.

Ayahku Seorang Agen Judi Bola Sbobet

Ayahku Seorang Agen Judi Bola Sbobet

Disaat saya memasuki sekolah menengah, saya mulai belajar membawa mobil. Awalnya memang tidak diijinkan tapi karena sedikit memaksa jadi diijinkan. Setelah bisa mengemudi dengan tidak tanggung-tanggung langsung saja kuminta Lamborgini Aventador yang harganya lumayan mahal. Sebenarnya memang bukan sifatku untuk memiliki mobil semahal 24M itu, tapi kadang rasa jengkelku yang selalu ditinggal sendirian dirumah. Anehnya tanpa basa basi langsung dibelikan oleh ayahku yang seorang Agen Judi Bola Terpercaya itu. Saya tau uang segitu bukan masalah baginya, walaupun harganya sangat mahal.

Tapi semua itu tidak membuatku puas, semangkin diberikan keinginanku maka semangkin jengkel rasanya hatiku dan tambah sedih. Satu hari saya coba mengakses website judi bola kepunyaan ayahku dan kudepositkan dengan uang jajan dari orang tuaku. Dengan rasa kesal kupasang semuanya ke permainan yang namanya Judi PARLAY, game ini pernah kupelajari sewaktu dulu ikut ayahku ke filipine.

Menjual Mobil Lamborgini Aventador Yang Dibelikan Ayahku

Semua uang jajanku kupasang ke taruhan parlay itu karena masi ada ingatan sedikit bahwa bayaran di taruhan itu sangat besar. Tapi memang tidak semudah yang kupikirkan karena pasanganku masi meleset, karena uang jajanku habis maka kujual saja mobil lamborgini baruku. Hasil dari penjualan mobil kudepositkan ke situs judi resmi milik ayahku, tanpa pikir panjang 22M dari penjualan Lamborgini kupasang dengan asal-asal disana. Dan ternyata habis semuanya, ada rasa jengkel dan ada juga rasa senang dari semua tingkah yang kulakukan ini.

Tidak lama dari itu saya dimarahin habis-habisan karena ketahuan dari rekening pribadi milikku yang buat deposit itu. Langsung saja saya menangis dan menceritakan rasa kesepianku, barulah mereka mengerti dan orang tuaku berjanji akan lebih sering pulang menemaniku. Pengalamanku ini kuceritakan untuk kalian semua para orang tua agar jangan egois, jagalah anak kalian. Karena mereka juga butuh kasih sayang orang tua agar nantinya tidak salah jalan dan hancur. Semoga bermanfaat dan semoga yang membacanya bisa mengerti dengan kondisi saya yang kesepian ini.